Toyota Corolla Sedan Generasi ke-12 Meluncur

Toyota Corolla Sedan Generasi ke-12 Meluncur

Generasi terbaru Toyota Corolla ini unik. Model yang meluncur pertama kali bukan sedan, melainkan hatchback lalu station wagon. Seolah menggambarkan pasar sedan yang tengah lesu, kalah dari hatchback dan crossover. Tapi bukanlah Corolla kalau tidak punya sedan. Akhirnya, meluncur juga di dua lokasi berbeda, Carmel, California dan Guangzhou International Motor Show.

Debut Toyota Corolla Generasi Ke-12 di dua benua, mengisyaratkan cakupan dalam skala global. Apalagi modelnya kembali terlihat tidak sama, masih dibeda-bedakan antarregional. Dapat disimpulkan, desain Corolla Altis khusus pasar Indonesia yang belum tahu kapan meluncur, mengikuti model di Cina. Sama seperti Altis sekarang yang masih dijual.

Sebuah pekerjaan yang teramat sulit bagi tim desainer, untuk menghasilkan desain atraktif. Sebab, Honda Civic generasi 10 yang sudah mengaspal lebih 2 tahun lalu, dianugerahi paras sangat memukau. Membuat Corolla generasi sebelumnya malas untuk dilirik.

Hasilnya sudah terlihat maksimal. Setidaknya perubahan yang terjadi cukup membuat Corolla tampil agresif dan lebih sporty. Tapi ingat, sejak dulu sedan legendaris Toyota ini memang selalu lebih dewasa ketimbang Civic. Pun terlihat dari proporsi bodi sekarang, yang tetap sedan konvensional seperti beberapa generasi terdahulu. Hanya merancang muka dan buritan, agar tampak muda dan segar.

Untuk pasar AS, bagian wajah tidak terlalu mengejutkan. Karena tampak kesamaan head lamp LED model kapak seperti di hatchback dan station wagon. Itu saja, selebihnya sedikit dibedakan. Seperti logo Toyota yang tidak berada di tengah grille dan dipindah ke ujung kap mesin. Bumpernya pun berubah total dengan kesan lebih sport dari ukuran airdam besar yang menyambung ke area lampu kabut. Dari depan terlihat sangar dengan mata sipit dan meruncing.

Buritan Corolla jelas berbeda. Bentuk bagasi keseluruhan masih menyerupai model lama. Desainnya tidak seistimewa bagian depan. Agar ada karakter sporty, ditambahkan diffuser yang ukurannya tergolong besar.

Corolla di Cina, lampu utama berbeda total. Tidak sipit dengan bidang menjorok ke bawah. Sederhana saja, dengan bentuk parallelogram dan disatukan oleh bilah kromium grille dan logo Toyota tetap berada di tengah. Bentuk bumpernya pun beda, antara airdam dan fog lamp terpisah. Kesan mewah lebih ditekankan dibanding Corolla USDM yang kental unsur sportnya. Bumper belakang pun polos tanpa ada aksen diffuser. Yang menarik, versi Levin sebagai varian sporty. Mukanya justru mengadopsi Corolla hatchback.

Fakta lain Corolla sedan, tidak serta merta menambahkan bagasi ke tubuh hatchback. Ada penambahan wheelbase 6,1 cm sehingga totalnya menjadi 2.700 mm. Secara teori, kabin belakang sedan lebih lapang dan juga nyaman. Bukan area penumpang saja yang lega, melainkan keseluruhan. Sama seperti hatchback, posisi mengemudinya lebih sporty dibanding Corolla lama. Ini karena posisi yang 2,5 cm lebih rendah. Tapi tidak mengurangi visibiltas, sebab desain dasbor dan kap mesin juga dibuat rendah.

Platform sudah pasti pakai Toyota New Global Architecture (TNGA) GA-C. Di AS, ada pilihan mesin 4-silinder 2,0-liter (169 hp, 205 Nm) yang juga dipakai hatchback, dan 1,8-liter, tergantung varian. Sementara di Cina, belum ada keterangan detil. Yang pasti menjual versi hybrid dengan pilihan mesin 2ZR-FXE 1,8-liter atau M20A-FXS 2,0-liter.

Penjualan untuk pasar AS dan Eropa dimulai pertengahan 2019, disusul Cina. Corolla sedan secara bertahap dipasarkan di lebih dari 150 negara. Indonesia sudah pasti masuk, mengingat punya sejarah panjang di sini. Tapi harap bersabar, masih lama!

Hubungi
Lokasi